Ketua Fraksi Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyampaikan peringatan penting kepada seluruh kader partai yang berada di Kabinet saat ini. Dalam suasana tasyakuran untuk merayakan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di kompleks parlemen, Jakarta, Sarmuji mengingatkan akan pentingnya menjaga keharmonisan di dalam fraksi dan tidak saling menyerang di publik.
Pesan ini disampaikan oleh Sarmuji pada acara yang berlangsung pada hari Jumat. Ia menegaskan bahwa para kader harus berkomitmen untuk mematuhi empat fatsun politik yang menjadi pedoman bagi partai dalam mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Sarmuji menjelaskan bahwa fatsun pertama adalah seluruh kebijakan fraksi Partai Golkar harus selalu mendukung program Asta Cita Prabowo-Gibran. Hal ini menjadi landasan bagi konsolidasi semua kader untuk berpikir dan bertindak seragam dalam menjalankan kebijakan partai.
Membangun Koalisi yang Kuat dan Permanen di Partai
Dalam pidatonya, Sarmuji menyampaikan harapan untuk membangun koalisi yang lebih solid. Ia mengungkapkan keinginan agar koalisi ini bersifat permanen dan tidak bersifat on-off, agar hubungan antar fraksi dapat tetap terjaga. Hal ini penting agar semua kader berpikir serumpun dalam mendukung pemerintahan.
Kemudian, Sarmuji juga menekankan pentingnya tak ada anggota fraksi yang menyerang kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Meski terkadang ada kebijakan yang tidak populer, Golkar tetap harus berada dalam koalisi dan memberikan dukungan penuh terhadap setiap keputusan yang diambil.
Dengan mengedepankan prinsip kesatuan, Sarmuji berharap kader dapat memberikan dukungan penuh dan tidak menimbulkan ketidakpastian di dalam partai. Komitmen untuk tidak menyerang kebijakan pemerintah menjadi bagian dari kesepakatan yang harus dipatuhi oleh semua anggota.
Tanggung Jawab Anggota Fraksi dalam Kabinet
Sarmuji juga menggarisbawahi tanggung jawab seluruh anggota yang ada di dalam Kabinet untuk tidak berdebat atau berpolemik di hadapan publik. Menurutnya, semua masukan dan saran sebaiknya disampaikan dalam suasana tertutup sebelum rapat resmi dimulai. Ini untuk menghindari konflik antar sesama kader.
Ia mengingatkan bahwa Golkar memiliki sejumlah perwakilan di dalam Kabinet, termasuk 8 Menteri, 3 Wakil Menteri, dan 1 Gubernur Lemhanas. Dengan jumlah yang signifikan ini, sinergi antar anggota sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat dijalankan dengan efektif.
Lebih lanjut, Sarmuji juga meminta agar para anggota tidak ragu untuk memberikan masukan sebelum keputusan diambil. Hal ini penting agar semua anggota merasa memiliki partisipasi dalam pengambilan keputusan, sehingga tidak ada yang merasa dikesampingkan.
Pentingnya Menjaga Kualitas Kebijakan dan Evaluasi
Sarmuji menambahkan, meskipun tidak boleh mempermasalahkan kebijakan yang sudah diputuskan, kader masih dapat memberikan masukan dan evaluasi. Ia menekankan pentingnya peran anggota dalam menyempurnakan program-program pemerintah yang sedang berjalan.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah program Makan Bergizi Gratis. Jika terdapat kelemahan dalam pelaksanaannya, maka tugas kader adalah mengusulkan perbaikan kepada menteri terkait. Ini mencerminkan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan dalam setiap program.
Melalui cara ini, Sarmuji berharap kader bisa lebih aktif dalam memberikan solusi daripada hanya mengkritik. Ini juga menjadi bagian penting dari tugas dan tanggung jawab setiap anggota fraksi untuk ikut serta dalam proses perbaikan kebijakan publik.
Menjaga Kesatuan Partai dalam Setiap Keputusan yang Diambil
Fatsun politik terakhir yang disampaikan Sarmuji sangat krusial, yakni pentingnya seluruh anggota Golkar untuk tidak mengubah keputusan yang telah diambil dalam koalisi. Setiap kebijakan yang sudah disepakati menjadi komitmen bersama semua anggota, sehingga harus dijalankan tanpa ada perubahan sepihak.
Kesatuan dalam pengambilan keputusan ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan yang baik bagi partai dan menjamin stabilitas politik dalam koalisi pemerintahan. Tindakan ini juga mencerminkan kesolidan partai di mata publik dan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap pemilih.
Sarmuji menekankan bahwa dengan merumuskan setiap langkah secara bersama-sama, Golkar dapat menjadi partai yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dalam politik Indonesia. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran secara konsisten.
